Wednesday, 31 August 2016

Menkominfo Berangan-angan Ada "Homeschooling" Khusus "Coding"

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berniat membuka sebuah homeschooling khusus untuk belajar coding atau ilmu pemrograman komputer. Homeschooling tersebut setara dengan tingkatan Sekolah Menengah Atas.



Rudiantara menegaskan, ini baru berupa angan-angan saja, bukan sebuah program pemerintah. Kendati demikian, dia sudah bergerak dan berdiskusi dengan orang-orang yang kompeten untuk mewujudkan homeschooling khusus coding

“Yang lebih gila, saya sama teman-teman punya ide, 'yuk bikin homeschooling untuk coding’. Jadi nanti setelah Sekolah Menengah Pertama (SMP), anak-anak di rumah saja belajar coding. Tingkatnya setara dengan SMA,” terang Rudiantara kepada KompasTekno usai membuka sesi Ignition, Gerakan 1000 Startup di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu (13/8/2016).

“Saya sudah bicara dengan perwakilan Google, ajak mereka menggarap ini. Kemudian ada juga teman-teman yang lain,” imbuhnya tanpa menyebut secara spesifik.

Namun tak sembarang murid bisa ikut homeschooling ini. Jika nanti terwujud, Rudiantara ingin membatasi pesertanya hanya 20 orang saja. Durasi sekolah pun dibatasi hanya dua tahun.

Pola belajarnya antara lain dengan memberi materi coding dua kali dalam satu pekan dan meminta murid mengerjakan bermacam-macam tugas. Lulusannya pun akan langsung disalurkan, sehingga tidak bingung dengan pekerjaan.

“Nanti kerja sama juga, bisa dititipkan atau magang ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan programmer. Seperti Go-Jek, Kaskus atau yang lainnya. Cara begini bisa membuat kita dapat talenta baru dengan cepat,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sesi Ignition Gerakan 1.000 Startup, Menkominfo mengajak pemuda-pemuda Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dan mewujudkan ide kreatifnya dalam bentuk rintisan usaha digital.

Sesi Ignition itu berhasil menjaring sekitar 800 pendaftar, namun hanya 200 saja yang akan terpilih mengikuti seleksi berikutnya.

Sepanjang sesi Ignition, dibicarakan berbagai topik, mulai dari soal membangun ekosistem startup, seni menjadi pengusaha, membangun mindset startup, memanfaatkan komunitas, hingga tentang generasi baru blogger.

Thursday, 25 August 2016

"Startup" Pinisi Edubox dari Indonesia Diboyong ke Denmark

Di sela-sela PopCon Asia 2016, digelar kompetisi Creative Business Cup (CBC) Indonesia. Ini merupakan ajang kompetisi yang bakal membawa startup Indonesia naik ke kompetisi serupa di tingkat dunia.



CBC Indonesia merupakan tahap awal dari ajang CBC Internasional yang lebih besar. Selain Indonesia, ada juga sejumlah negara lain yang menyelenggarakannya, yakni Polandia, Ukraina, Austria, Portugal, Denmark, Korea Selatan, Norwegia, dan China.

Satu startup pemenang dari masing-masing negara, akan diboyong untuk bertanding di CBC Internasional di Denmark pada November 2016 mendatang.

CBC Indonesia sendiri diselenggarakan atas kerja sama antara Kibar, Ciputra Group, Kreavi, Gaharu, Scan Shipping Indonesia, dan Global Entrepreneurship Network Indonesia.

“Dari kompetisi yang diadakan di sini, nanti pemenangnya akan dibawa ke Denmark. Di sana mereka akan bertanding dengan startup dari negara lain untuk memenangkan kompetisi CBC Internasional,” terang Country Manager Scan Shiping Indonesia, Lilis Megantini saat membuka CBC di salah satu rangkaian acara PopCon Asia 2016, Jumat (12/8/2016) malam.

Ada 10 startup Indonesia yang unjuk gigi mempresentasikan konsep bisnis serta solusi mereka di hadapan para juri, yaitu Kostoom, Pinisi Edubox, Kentongan, FitPartner, Barber Ranger, ERZ4P, Taponkatul, Gambar Gerak Video, Tukeran, dan Loketics.com.

Namun hanya satu saja yang dipilih sebagai pemenang. Dan setelah sesi pitching dan penjurian, yang dilakukan saat itu juga, startup Pinisi Edubox-lah yang dipilih sebagai pemenang.

Pinisi Edubox sendiri merupakan usaha rintisan digital yang bergerak dalam penyediaan hardware serta software khusus untuk mewujudkan konsep smart classroom dan ujian berbasis online.

Selanjutnya, Pinisi Edubox akan mengikuti CBC internasional yang diadakan di Kopenhagen, Denmark, pada November 2016 mendatang.

“Kompetisi seperti CBC ini membantu pegiat kreatif supaya jadi lebih berkembang. Dari sekadar kreatifitas, bisa berubah jadi bisnis yang sustain,” pungkas CEO 8villages, Sanny Gadafi, yang berperan sebagai juri.

Untuk diketahui, pemenang dari kompetisi global di Denmark akan memenangkan hadiah sebesar 15.000 Euro, serta Stylus full-membership selama satu tahun senilai 20.000 Euro ( Rp 290 juta) dan Microsoft Bizspark Plus senilai 110.000 Euro (Rp 1,6 miliar)

Beberapa startup yang pernah menjuarai CBC internasional adalah Teddy the Guardian dari Kroasia, permainan interaktif Profesor Why dari Polandia, dan Blitab dari Austria.

Saturday, 20 August 2016

Lebih Dekat dengan "Laptop Tanpa Kipas" Acer Switch Alpha 12

Pertama kali diperkenalkan dalam sebuah acara di New York, Amerika Serikat, April lalu, Acer Switch Alpha 12 kini mulai masuk ke pasara Indonesia.



Produk ini diklaim sebagai laptop 2-in-1 (ketegori laptop yang juga berfungsi sebagai tablet) pertama di dunia yang mengusung sistem pendinginan tanpa kipas (fanless) dengan teknologi Liquid Loop.

Alhasil, Switch Alpha 12 bisa beroperasi dengan senyap sekaligus tetap menawarkan kinerja tinggi ala laptop, karena dibekali prosesor seri Core i dari Intel, bukan seri Atom atau Core M yang performanya lebih rendah.

Acer menjanjikan bahwa teknologi pendingin Liquid Loop mampu meredam panas yang ditimbulkan prosesor Switch Alpha 12 dengan efektif sehingga perangkat bisa tetap stabil walaupun tanpa kipas.

Switch Alpha 12 juga dipasarkan dengan aksesori stylus (256 tingkat kekuatan tekanan) yang bisa digunakan untuk menulis atau menggambar di permukaan layar sentuhnya yang selebar 12 inci dengan resolusi 2.160 x 1.440 piksel.

Ada juga keyboard yang menempel dengan engsel magnetik ke sisi bawah Switch Alpha 12 dan bisa dilipat seperti aksesori cover pada perangkat tablet. Keyboard ini memiliki tombol-tombol full-size dan fitur backlight untuk membantu pengetikan di kondisi kurang cahaya.

Seperti apa rupa Switch Alpha 12 dan dua aksesori pendampingnya? KompasTekno sempat melihat lebih dekat perangkat laptop 2-in-1 tersebut ketika diboyong dan dipamerkan Acer di hadapan sejumlah wartawan di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Friday, 19 August 2016

Galaxy Note 7 Tertunda di Beberapa Negara?

Galaxy Note 7 dari Samsung laris manis dan tercatat sebagai perangkat Galaxy yang paling banyak mendapat pre-order dalam beberapa hari pertama setelah peluncuran.



Namun hal tersebut ternyata menimbulkan masalah tersendiri. Laporan GSM Arena yang dirangkum KompasTekno, Senin (15/8/2016) mengatakan bahwa pemesan Galaxy Note 7 di beberapa negara terpaksa menunggu lebih lama untuk mendapatkan pesanannya.

Penundaan itu disinyalir terjadi karena Samsung kesulitan memenuhi pesanan Galaxy Note 7 yang membludak.

Dalam sebuah surat yang dilayangkan ke media di Malaysia, Samsung menyatakan peluncuran Galaxy Note 7 di Malaysia ditunda hingga September mendatang.


GSM Arena
Surat pemberitahuan soal penundaan kedatangan Galaxy Note 7 yang dikeluarkan Samsung Malaysia
Begitupun dengan beberapa negara di wilayah Eropa, termasuk Belanda, Ukraina, dan Rusia, karena penyebab yang sama.

Samsung baru akan meluncurkan Galaxy Note 7 di Benua Biru dalam sebuah event Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada September.

Khusus untuk wilayah Malaysia, Samsung menyatakan tetap akan mengirim pesanan Galaxy Note 7 tepat waktu -tanpa penundaan- untuk para pemesan awal yang melakukan pre-order pada tanggal 8-10 Agustus.

Di Indonesia, pre-order Samsung Galaxy Note 7 dibuka hingga 21 Agustus dan dijadwalkan sudah bisa diambil oleh pemesan pada 1 September.

Qualcomm Siapkan Penerus Snapdragon 652?

Snapdragon 652 merupakan chip mobile papan tengah besutan Qualcomm. Pabrikan tersebut kini  disinyalir sedang mengembangakn chipset kelas menengah baru sebagai penerusnya.



Mengutip dokumen ekspor-impor India, laporan Phone Arena yang dirangkum oleh KompasTekno, Senin (15/8/2016), sebanyak 58 unit chip berkode nama “MSM8976SG” tersebut dikapalkan ke India dari Amerika Serikat untuk keperluan pengujian.

Adapun Snapdragon 652 diketahui memiliki kode nama MSMS8976. Dugaan bahwa Qualcomm sedang mengembangkan penerusnya didasarkan pada kemiripan kode nama chip dalam dokumen eskpor-impor dengan kode nama Snapdragon 652.

Masing-masing chipset yang dikapalkan ke India diberi valuasi senilai 51 dollar AS (Rp 668.000). Jadi, pengapalan itu memiliki nilai total sebesar 2.958 dollar AS (Rp 38,7 juta).

Dalam dokumen tersebut juga ditulis bahwa chipset yang diduga sebagai penerus Snapdragon 652 ini tetap mengusung CPU 8 core/octa core (4+4).

Namun kecepatan clock CPU-nya ditingkatkan dari 1,8 GHz menjadi 2 GHz dan 1,4 GHz untuk masing-masing cluster berisi empat core. Ada pula GPU berfrekuensi 621 MHz dan dukungan RAM DDR4 8 GB.

Snapdragon 652 sendiri saat ini digunakan di sejumlah gadget kelas mainstream dari beberapa vendor Android, termasuk Samsung Galaxy A9 dan A9 Pro (2016), LG G5 SE, Oppo R9 Plus, dan Asus Zenfone 3 Ultra.

WhatsApp Versi Baru Bisa Simpan Pesan Suara

Akhir minggu lalu, WhatsApp menggulirkan update atau pembaruan untuk para pengguna layanan pesan instan buatannya di platform Android dan iOS.



WhatsApp versi teranyar ini memiliki fitur baru berupa kemampuan mengirim voice mail (pesan suara) di nomor tujuan apabila panggilan suara tidak terjawab atau di-reject. WhatsApp juga memberikan kemampuan meneruskan pesan teks (forward) ke berbagai kontak/grup sekaligus.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mirror, Senin (15/8/2016), voice mail berfungsi mirip dengan voice note, tapi hanya bisa direkam saat pengguna melakukan panggilan suara ke pemakai WhatsApp lainnya.

Cara merekamnya, begitu WhatsApp Call tidak terjawab atai ditolak, tiga tombol akan muncul di sisi bawah tampilan antarmuka voice call WhatApp.

Tombol paling kanan berlabel “Record Voice Message”. Tekan dan tahan tombol ini untuk merekam voice mail, lalu lepaskan jari begitu selesai merekam. Untuk membatalkan perekaman, sapukan jari ke arah kiri selagi merekam.

Suara yang terekam akan terkirim dalam bentuk voice note ke ponsel tujuan dan akan muncul di aliran chat WhatsApp, sehingga bisa lekas dilihat.

Panggilan suara di WhatsApp menggunakan Voice over Internet Protocol (VoIP) sehingga diklaim lebih murah dibandingkan menelepon dengan tarif seluler.

Baca: 8 Fitur Tersembunyi di WhatsApp

Voice Mail sudah tersedia di WhatsApp versi 2.16.229 untuk platform Android yang bisa diunduh dari Goole Play Store, serta versi 2.16.8 yang bisa didapatkan dari Apple App Store.

Fitur baru berikutnya adalah meneruskan pesan teks/foto ke berbagai kontak/grup sekaligus. Pesan yang ingin diteruskan bisa dipilih lalu tekan tombol Frward berupa anaka panah di bagian atas.

WhatsApp akan menampilkan daftar kontak atau grup percakapan terkini, pengguna bisa memilih kepada siapa saja pesan yang dipilih (di-copy) tadi akan diteruskan. Kontak/grup yang terpilih akan ditandai dengan tanda centang hijau. Setelah itu, tekan tombol Send.

WhatsApp juga dikabarkan sedang menguji fitur video call. Namun belum jelas kapan fitur tersebut akan resmi dirilis.